PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR ANGKATAN 2013 My Live

Selasa, 08 April 2014

psikologi pendidikan AUD

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu yang sangat penting dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, 
mental, dan psikososial, yang berjalan sedemikian cepatnya sehingga keberhasilan tahun-tahun pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak. Kelainan atau penyimpangan apapun apabila tidak diintervensi secara dini dengan baik pada saatnya, dan tidak terdeteksi secara nyata mendapatkan perawatan yang bersifat purna yaitu promotif, preventif, dan rehabilitatif akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya (Sunarwati, 2007).
Pemerintah telah menunjukkan kemauan politiknya dalam membangunan sumber daya manusia sejak dini. Seperti disampaikan Ibu Megawati (wakil presiden pada saat itu) saat membuka Konferensi Pusat I Masa Bakti VII Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak 
Indonesia. Beliau menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam konsep pembinaan dan pengembangan anak dihubungkan pembentukan karakter manusia seutuhnya. Lebih jauh lagi beliau menyatakan sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan bagi anak di usia dini merupakan basis penentu pembentukan karakter manusia Indonesia di dalam kehidupan berbangsa.
Pernyataan 
ini menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting bagi kelangsungan bangsa, dan perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pendidikan anak usia dini merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia harus dipandang sebagai titik sentral mengingat pembentukan karakter bangsa dan kehandalan SDM ditentukan bagaimana penanaman sejak anak usia dini. Pentingnya pendidikan pada masa ini sehingga sering disebut dengan masa usia emas (the golden age).

B. RUMUSAN MASALAH
1. Pendidikan Anak Usia Dini
a. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
b. Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
c. Perkembangan Anak Usia Dini
d. Peran orang tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini
e. Permasalahan Pendidikan Anak Usia Dini
2. Mengoptimalkan peran ibu dalam minat anak
a. 
Antara bakat dan minat
b. Mengembangkan bakat dan minat anak

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian Pendidikan Anak Usia Dini beserta pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam membangun masa depan bangsa dan bagaimana peranan orang tua mengenai hal tersebut.
2. Untuk mengetahui seberapa besar peran ibu dalam mengoptimalkan minat anak agar dapat mengembangkan potensinya sedini mungkin.


BAB II
PEMBAHASAN

A. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
1. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur 
formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan 
spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Saat ini bidang ilmu pendidikan, psikologi, kedokteran, psikiatri, berkembang dengan sangat pesat. Keadaan itu telah membuka wawasan baru terhadap pemahaman mengenai anak dan mengubah cara perawatan dan pendidikan anak. Setiap anak mempunyai banyak bentuk kecerdasan (Multiple Intelligences) yang menurut Howard Gardner terdapat delapan domain kecerdasan atau intelegensi yang dimiliki semua orang, termasuk anak. Kedelapan domain itu yaitu inteligensi music, kinestetik tubuh, logika matematik, linguistik (verbal), spasial, naturalis, interpersonal dan intrapersonal.
Multiple Intelligences ini perlu digali dan ditumbuh kembangkan dengan cara memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan secara optimal potensi-potensi yang dimiliki atas upayanya sendiri (Tientje, 2000).


2. Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa Depan Bangsa
Kondisi SDM Indonesia berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh PERC (Political and Economic Risk Consultancy) pada bulan Maret 2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat ke-12, terbawah di kawasan ASEAN yaitu setingkat di bawah Vietnam. Rendahnya kualitas hasil pendidikan ini berdampak terhadap rendahnya kualtias sumber daya manusia Indonesia.
Dalam kondisi seperti ini tentunya sulit bagi bangsa Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Pembangunan sumber daya manusia yang dilaksanakan di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan sebagainya, dimulai dengan pengembangan anak usia dini yang mencakup perawatan, pengasuhan dan pendidikan sebagai program utuh dan dilaksanakan secara terpadu. Pemahaman pentingnya pengembangan anak usia dini sebagai langkah dasar bagi pengembangan sumber daya manusia juga telah dilakukan oleh bangsa-bangsa ASEAN lainnya seperti Thailand, Singapura, termasuk negara industry Korea Selatan. Bahkan pelayanan pendidikan anak usia dini di Singapura tergolong paling maju apabila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Di Indonesia pelaksanaan PAUD masih terkesan ekslusif dan baru menjangkau sebagian kecil masyarakat. Meskipun berbagai program perawatan dan pendidikan bagi anak usia dini usia (0-6 tahun) telah dilaksanakan di Indonesia sejak lama, namun hingga tahun 2000 menunjukkan anak usia 0-6 tahun yang memperoleh layanan perawatan dan pendidikan masih rendah. Data tahun 2001 menunjukkan bahwa dari sekitar 26,2 juta anak usia 0-6 tahun yang telah memperoleh layanan pendidikan dini melalui berbagai program baru sekitar 4,5 juta anak (17%). Kontribusi tertinggi melalui Bina Keluarga Balita (9,5%), Taman Kanak-kanak (6,1%), Raudhatul Atfal (1,5%). Sedangkan melalui penitipan anak dan kelompok bermain kontribusinya masing-masing sangat kecil yaitu sekitar 1% dan 0,24%.
Masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak usia dini saat ini antara lain disebabkan masih terbatasnya jumlah lembaga yang memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak usia 0-6 tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut. Berbagai program yang ada baik langsung (melalui Bina Keluarga Balita dan Posyandu) yang telah ditempuh selama ini ternyata belum memberikan layanan secara utuh, belum bersinergi dan belum terintegrasi pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi. Padahal ketiga aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan dan tumbuh kembang anak.
Pentingnya pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian dunia internasional. Dalam pertemuan Forum Pendidikan Dunia tahun 2000 di Dakar Senegal menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua dan salah satu butirnya adalah memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung, Indonesia sebagai salah satu anggota forum tersebut terikat untuk melaksanakan komitmen ini.
Perhatian dunia internasional terhadap urgensi pendidikan anak usia dini diperkuat oleh berbagai penelitian terbaru tentang otak. Pada saat bayi dilahirkan ia sudah dibekali Tuhan dengan struktur otak yang lengkap, namun baru mencapai kematangannya setelah di luar kandungan. Bayi yang baru lahir memiliki lebih dari 100 milyar neuron dan sekitar satu trilyun sel glia yang berfungsi sebagai perekat serta synap (cabang-cabang neuron) yang akan membentuk bertrilyun-trilyun sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi kebutuhan. Synap ini akan bekerja sampai usia 5-6 tahun. Banyaknya jumlah sambungan tersebut mempengaruhi pembentukan kemampuan otak sepanjang hidupnya. Pertumbuhan jumlah jaringan otak dipengaruhi oleh pengalaman yang didapat anak pada awal-awal tahun kehidupannya, terutama pengalaman yang menyenangkan. Pada fase perkembangan ini akan memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, matematika, keterampilan berpikir, dan pembentukan stabilitas emosional.
Ada empat pertimbangan pokok pentingnya pendidikan anak usia dini, yaitu: (1) menyiapkan tenaga manusia yang berkualitas, (2) mendorong percepatan perputaran ekonomi dan rendahnya biaya sosial karena tingginya produktivitas kerja dan daya tahan, (3) meningkatkan pemerataan dalam kehidupan masyarakat, (4) menolong para orang tua dan anak-anak.
Pendidikan anak usia dini tidak sekedar berfungsi untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak, tetapi yang lebih penting berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Pendidikan anak usia dini sepatutnya juga mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas pada proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan. Artinya, pendidikan anak usia dini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja seperti halnya interaksi manusia yang terjadi di dalam keluarga, teman sebaya, dan dari hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak usia dini.

3. Perkembangan Anak Usia Dini
Sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa memberikan pendidikan anak usia dini cukup dilakukan oleh orang dewasa yang tidak memerlukan pengetahuan tentang PAUD. Selain itu juga mereka menganggap PAUD tidak memerlukan profesionalisme. Pandangan tersebut adalah keliru.
Jika PAUD ingin dilakukan di rumah oleh ibu-ibu sendiri, maka ibu-ibu itu perlu belajar dan menambah pengetahuan tentang proses pembelajaran anak, misalnya dengan membaca buku, mengikuti ceramah atau seminar tentang PAUD. Kenyataannya semakin banyak ibu-ibu bekerja di luar rumah, oleh karena itu haruslah orang yang menggantikan peran ibu tersebut memahami proses tumbuh kembang anak.
Pembelajaran pada anak usia dini adalah proses pembelajaran yang dilakukan melalui bermain. Ada lima karakteristik bermain yang esensial dalam hubungan dengan PAUD (Hughes, 1999), yaitu: meningkatkan motivasi, pilihan bebas (sendiri tanpa paksaan), non linier, menyenangkan dan pelaku terlibat secara aktif.
Bila salah satu kriteria bermain tidak terpenuhi misalnya guru mendominasi kelas dengan membuatkan contoh dan diberikan kepada anak maka proses belajar mengajar bukan lagi melalui bermain. Proses belajar mengajar seperti itu membuat guru tidak sensitif terhadap tingkat kesulitan yang dialami masing-masing anak.
Ketidaksensitifan orangtua terhadap kesulitan anak bisa juga terjadi, alasan utama yang dikemukakan biasanya karena kurangnya waktu karena orangtua bekerja di luar rumah.
Memahami perkembangan anak dapat dilakukan melalui interaksi dan interdependensi antara orangtua dan guru yang terus dilakukan agar penggalian potensi kecerdasan anak dapat optimal. Interaksi dilakukan dengan cara guru dan orangtua memahami perkembangan anak dan kemampuan dasar minimal yang perlu dimiliki anak, yaitu musikal, kinestetik tubuh, logika matematika, linguistik, spasial, interpersonal dan intrapersonal, karena pada umumnya semua orang punya tujuh intelegensi itu, tentu bervariasi tingkat skalanya.

4. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Anak adalah perwujudan cinta kasih orang dewasa yang siap atau tidak untuk menjadi orang tua. Memiliki anak, siap atau tidak, mengubah banyak hal dalam kehidupan, dan pada akhirnya mau atau tidak kita dituntut untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.
Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan sesuatu yang mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya indah, mudah, ceria, penuh cinta, penuh keajaiban dan penuh kejutan. Dunia yang seharusnya dimiliki oleh setiap anak anak namun dalam kepemilikanya banyak bergantung pada peranan orang tua.
Para ahli sependapat bahwa peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak-anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Ini berarti bahwa jika berbicara tentang gerbang kehidupan mereka, maka akan membicarakan prospek kehidupan mereka 20-25 tahun mendatang. Pada tahun itulah mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Masuk ke dalam kemandirian penuh, masuk ke dalam dunia mereka yang independen yang sudah seharusnya terlepas penuh dari orang tua dimana keputusan-keputusan hidup mereka sudah harus dapat dilakukan sendiri. Disinilah peranan orang tua sudah sangat berkurang dan sebagai orang tua, pada saat itu kita hanya dapat melihat buah hasil didikan kita sekarang, tanpa dapat melakukan perubahan apapun.
Mengapa orang tua perlu meningkatkan intelektualitas anak demi mempersiapkan mereka masuk sekolah? Jawabannya, sekolah saat ini meminta persyaratan yang cukup tinggi dari kualitas seorang siswa. Masih didapat siswa yang masuk SD sudah diperkenalkan dengan berbagai macam pelajaran dan ilmu sejak dini. Anak-anak sudah harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak kecil. Oleh sebab itu, anak-anak yang memiliki intelektualitas yang tinggi akan lebih mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan. Mereka akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah beradaptasi, lebih mudah menerima hal-hal yang baru, atau intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum mereka masuk ke sekolah. Kondisi seperti itulah yang menempatkan orang tua sebagai guru pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam program pendidikan informal yang terjadi di lingkungan keluarga.

5. Permasalahan Pendidikan Anak Usia Dini
Memasuki abad XXI dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar. Pertama, sebagai akibat dari multi krisis yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997, dunia pendidikan dituntut untuk dapat mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua, untuk mengantisipasi era globalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dalam pasar kerja global. Ketiga, sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian system pendidikan nasional, sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keragaman potensi, kebutuhan daerah, peserta didik, dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.
Permasalahannya adalah ketidaksiapan bangsa Indonesia menghadapi ketiga tantangan di atas, disebabkan rendahnya mutu sumber daya manusianya. Untuk menghadapi tantangan itu, diperlukan upaya serius melalui pendidikan sejak dini yang mampu meletakkan dasar-dasar pemberdayaan manusia agar memiliki kesadaran akan potensi diri dan dapat mengembangkannya bagi kebutuhan diri, masyarakat dan bangsa sehingga dapat membentuk masyarakat madani. Pendidikan anak usia dini merupakan hal paling mendasar yang dilakukan sedini mungkin dan dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Menyeluruh, artinya layanan yang diberikan kepada anak mencakup layanan pendidikan, kesehatan dan gizi. Terpadu mengandung arti layanan tidak saja diberikan pada anak usia dini, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat sebagai satu kesatuan layanan.

B. MENGOPTIMALKAN PERAN IBU dalam MINAT ANAK
1. Antara Bakat dan Minat
Bakat merupakan kemampuan bawaan berupa potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Sedangkat minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan.
Seorang anak bisa saja memiliki miniat dan bakat lebih dari satu. Ada anak yang mengetahui dan menemukan minat dan bakatnya. Namun ada juga anak yang tidak menemukan minatnya dan merasa tidak memiliki bakat apa pun. Mengapa bisa terjadi seperti ini ?
Bakat merupakan potensi terpendam yang tersembunyi dalam diri seseorang. Agar bakat dapat muncul, ia perlu digali, ditemukan, dilatih dan dikembangkan. Seorang anak yang merasa tidak memiliki kemampuan apa pun, bisa disebabkan oleh pengasuhan orang tuanya. Seperti yang telah dijelaskan di atas dan pernah kita bahas di edisi-edisi sebelumnya, gaya pengasuhan kita seringkali tidak sengaja menyebabkan konsep diri anak menjadi jatuh. 
Banyak orang tua yang menganggap anaknya biasa-biasa saja. Bisa jadi, kita termasuk di dalamnya. Kita tidak memperhatikan minat mereka. Yang terjadi, kita justru sibuk mendaftarkan anak-anak kita dari satu les ke les lain, yang kita inginkan. Niat kita memang baik, ingin anak-anak kita memiliki kemampuan di berbagai hal. Tapi, pernahkah kita bertanya dalam hati, apakah anak kita memang menginginkannya ? Atau jangan-jangan hanya sekedar ‘dendam positif’ diri kita, karena obsesi kita di waktu dulu yang tidak tercapai. Sehingga, kita ingin anak kita yang meneruskannya. 

Atau jika bukan karena ‘dendam positif’, kita menjadi orang yang latah terhadap lingkungan sekitar. Misalnya,ketika teman-teman kita mendaftarkan anak-anaknya les menghitung cepat dengan metode yang praktis, kita pun ikut-ikutan meleskan anak kita. 
Dampak dari ‘pemaksaan’ minat ini, berakibat buruk bagi anak. Anak merasa jiwanya terkekang, tidak merdeka, karena tak mampu mengembangkan minatnya sendiri. Biasanya, anak akan malas mengikutinya dan mencuri-curi waktu untuk bolos bila tidak ketahuan orang tuanya. 
Kondisinya semakin parah, di rumah orang tua me-leskan anak dengan berbagai les. Di sekolah, anak-anak juga di’gebrak’ dengan beban pelajaran yang banyak dan berat. Karena beban kurikiulum yang padat itu dan target-target yang harus dicapai, anak-anak menjadi kurang di’perhatikan’ oleh gurunya. Banyak anak-anak yang tidak tergali minat dan bakatnya. Dan seringkali, penjurusan anak-anak menjadi dipaksakan.

2. Mengembangkan Bakat dan Minat Anak
Kita bisa menemukan bakat anak dari minat atau kesukaan mereka. Jadi pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan pengamatan, apa saja yang mereka minati atau sukai. Seringkali mereka menyukai banyak hal. Mungkin, kita menjadi bingung, karena mereka ingin ini ingin itu, tertarik ikut les ini dan les itu. Syukuri hal itu, terlebih dahulu. Jangan kita batasi. Berikan peluang kepada mereka, jika mereka bermaksud mengikuti les tertentu. Namun jangan terlalu banyak me-leskan mereka. Karena mereka jadi tidak fokus. Sesuatu yang tidak fokus, tentu hasilnya kurang baik dan tidak optimal.
Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa yang mereka sukai merupakan minat mereka dan buka hanya sekedar ikut-ikutan teman ? Minat yang tinggi akan bertahan lama. Jika anak kita menyukai sesuatu dan dalam jangka waktu yang lama, maka kita bisa menilai anak kita memiliki minat di bidang tersebut. Dari minat akan berkembang menjadi bakat. Misalnya, anak kita sangat menyukai permainan catur, dan minatnya bertahan lama. Lalu setelah kita les-kan, ternyata ada peningkatan. Maka berarti ia berbakat menjadi pemain catur yang hebat. Jadi, jika minat anak kita setelah dikembangkan ada peningkatan, maka ia berbakat di bidang yang ia minati. 
Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, maka selanjutnya kita memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan bakat mereka. bagaimana caranya ? 
a. Hendaknya kita mengerti tentang perkembangan anak, dari segi kecerdasan, emosi, sosial, fisik, spiritual. 
Dengan demikian kita bisa memahami kondisi perkembangan anak kita dan kita mengetahui bagaiamana sebaiknya pengasuhan kita di setiap tahap usia anak.
b. Memahami cara otak bekerja. 
Prinsip kerja otak : “Bila hati senang…otak akan menyerap lebih banyak”
Jadi, jangan sekali-kali memaksa anak untuk ikut les tertentu, padahal anak kita tidak menyukainya. Karena, akan sia-sia jadinya. Anak akan terpenjara jiwanya. Dan otaknya tidak menyerap informasi yang masuk dengan optimal. 
c. Mengenali minat anak.
d. Mengetahui modalitas belajar.
Kenali gaya belajar anak kita, apa kah lebih banyak visual, auditorial atau kinestetik.
e. Mengetahui apa itu ‘bermain’. 
Kita juga bisa melihat apakah anak suka dengan apa yang mereka mainkan, pada saat mereka bermain. Dari sini, kita juga bisa melihat minat dan bakat mereka. 

Setelah kita mengetahui minat dan bakat anak kita, teruslah kembangkan dengan memberinya fasilitas dan kesempatan yang mendukungnya untuk meningkatkan bakatnya tersebut. Dan jadikan ia champion di bidang tersebut.
Setiap anak adalah bintang. Allah telah menganugerahi mereka dengan berbagai potensi yang spesial. Potensi atau bakat ini baru akan muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Tugas kita-lah yang harus membantu mereka dalam menemukan setiap bakat istimewa yang terpendam dalam dirinya. 
Akui keberadaan dan keunikan mereka
Beri kesempatan kepada mereka untuk meng-eksplorasi bakat dan minatnya
Dukung mereka untuk terus mengasah keistimewaannya
Jadikan mereka champion di bidangnya

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pembahasan masalah yang telah diuraikan dapat diambil kesimpulan Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
PAUD merupakan hal yang sangat penting untuk mengembangkan potensi anak sedini mungkin dalam membangun masa depan bangsa. Peran orang tua terutama ibu dalam mengembangkan potensi anak tersebut sangat besar dan penting. Maka dari itu perlu sekali untuk mengoptimalkan peran ibu dalam mengembangkan potensi anak tersebut, dapat berupa meningkatkan minat dan bakat anak sedini mungkin.

B. SARAN
Sebagai orang tua terutama untuk seorang ibu dan sebagai guru/calon guru PAUD sangat diperlukan untuk membaca materi seperti yang sudah dibahas sebelumnya untuk mengetahui pentingnya pendidikan anak usia dini dan pentingnya mengoptimalkan peran ibu dalam membangun minat anak. Namun disarankan juga untuk membaca materi dari sumber lainnya agar lebih memahami hal tersebut. 

pembelajaran melalui media internet


TUGAS
TIK (TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)



OLEH :

NAMA    : NURKHALISA
NIM        : 1349041015
KELAS    : B / 2013


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA INTERNET BAGI AUD
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTcyXe3wIbw9hetS2VeF8KvazCqsDi3P65IIWxFCEH2-oG0cmdp

Internet merupakan salah satu fasilitas untuk berinteraksi dengan dunia luar yang sering kita sebut dunia maya. Perkembangan jaman serba digital dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, pengguna Internet juga semakin meningkat, begitupun juga dengan anak –anak. Anak-anak yang masih cenderung labil dan suka mencoba hal baru, tanpa ada pengawasan dan kontrol dari orang tua akan berdampak negative pada perkembangan anak. Selain menuai berbagai manfaat, internet juga memiliki dampak yang buruk. Kita bergaul di dunia maya tidak ada batasan sama sekali, tak peduli usia, agama, ras, golongan. Jika para orang tua tidak memantau para perkembangan anaknya bisa jadi putra – putrinya menjadi korban atas kekejaman dunia maya.
Fasilitas yang terkandung dalam Internet juga sekarang sudah semakin banyak dan mudah untuk digunakan. Situs-situs dalam internet yang berbahaya bagi anak-anak juga tersedia begitu banyak, seperti kekerasan, pornografi, perjudian dan lain sebagainya. Orang tua cenderung khawatir jika anaknya mulai mengenal dunia maya. Sehingga tidak jarang kini banyak orang tua yang melarang anak-anaknya untuk menggunakan Internet. Padahal dengan dilakukannya hal tersebut oleh para orang tua terhadap anaknya, dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak, diantaranya adalah gagap teknologi alias “gaptek”. Tidak seharusnya orang tua melarang anak untuk menggunakan Internet. Karena ada beberapa manfaat yang dapat anak anda dapatkan dari Internet tersebut. Tetapi tentu saja bagi setiap orang tua harus waspada dan berhati-hati untuk mencegah anaknya dalam menggunakan Internet untuk hal yang tidak baik. Pengawasan orang tua kepada anaknya dalam menggunakan internet sangat diharuskan.
Karakteristik anak-anak berdasarkan usia dalam menggunakan internet:
Usia 3-5 tahun
Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Saat mengakses situs yang sesuai dengan usia balita, berselancar di internet bersama orang tua adalah hal terbaik. Hal tersebut bukan sekadar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua.
Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru, dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Namun bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan internet secara bebas. Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan internet.
Usia 5-7 tahun
Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet. Pada usia ini, orang tua perlu mempertimbangkan pemberian batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan internet (default).
Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil mendapatkan temuan-temuan baru dari internet. Sebaiknya Anda tidak terpaku pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat leluasa mengeksplorasi internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidaknyamanan pada diri anak.
Usia 7-10 tahun
Pada usia ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saat dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pula anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun bukan berarti orang tua lepas tangan begitu saja.  Sebaiknya, jangan pernah meletakkan komputer, apalagi yang terhubung dengan jaringan internet di dalam kamar pribadi anak. Letakkan komputer di ruang di ruang keluarga sehingga orang dewasa mudah mengawasi interaksi anak dengan komputer.
Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search enginekhusus anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Selain itu, beri batasan yang jelas soal durasi penggunaan komputer dan internet. Jangan sampai anak enggan bersosialiasi langsung dengan teman sebaya dan melupakan aktivitas luar ruang maupun bentuk kegiatan lain. Membatasi waktu online anak bisa dilakukan dengan cara menyepakati aturan bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat anak berselancar di dunia maya, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu atau dua situs favorit mereka saja demi memperluas wawasan.

Manfaat Internet bagi anak-anak
Beberapa manfaat dari Internet bagi anak-anak adalah:
1.      Di Internet pengaruh multimedia pada anak bisa didapat dari pengaruh audio visual. Karena dengan audio visual yang mengajarkan secara berulang-ulang ini, anak menjadi lebih terlatih.
2.      Anak-anak bisa mendapatkan banyak Informasi dari Internet. Baik informasi terbaru maupun informasi lama yang masih mereka butuhkan.
3.      Internet bisa membawa mereka untuk berinteraksi dan bertukar informasi dengan yang lainnya dengan menggunakan situs-situs jejaring sosial atau situs-situs komunitas seperti forum.
4.      Internet bisa membantu anak-anak dalam pendidikan, yaitu dalam proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilan, bakat dan ilmu yang mereka miliki.







Tips berinternet sehat dan aman bagi anak usia dini:
1.      Komunikasikan manfaat positif maupun negatif internet kepada anak dengan jelas. Jelaskan, internet adalah media informasi yang paling praktis serta tak terbatas. Namun, ada beberapa pihak yang memanfaatkan internet untuk maksud-maksud yang tidak baik.
2.      Dampingi putra-putri anda saat menggunakan internet. Orang tua harus melihat apa situs apa yang dibuka anaknya.
3.      Letakkan komputer di ruang keluarga atau ruangan yang sering dilewati umum sehingga dapat terus dipantau kegiatan anak saat mengakses internet (sebaiknya tidak di kamar tidur anak) .
4.      Tentukan waktu online bersama. Orang tua dan anak bersama-sama duduk di komputer, berdiskusi tentang berbagai informasi dari internet.
5.      Pembatasan waktu browsing. Biasakan anak untuk disiplin mematuhi batasan waktu menggunakan internet. Hindari anak duduk didepan komputer hingga larut malam.
6.      Menggunakan internet protection software lokal. Langkah ini merupakan langkah mudah dan efisien untuk menghindarkan anak anda dari pengaruh negatif internet, termasuk dari situs lokal. Penyedia jasa proteksi ini akan memfilter semua jenis informasi maupun gambar dari layar komputer anak anda.
7.      Jika anak memperlihatkan tingkah laku tak wajar, segera diskusikan dengan mereka. Cari tahu, apakan internet menjadi penyebabnya.
8.      Tekankan pada anak bahwa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tak kalah pentingnya dengan berinternet ria sepanjang hari.
9.      Jika anak anda mulai terlihat kecanduan internet atau game, segera diskusikan dengan ahli. Mereka tahu betul bagaimana menjadikan hidup anak anda tak hanya dihabiskan di depan komputer.
10.  Lebih baik untuk memasang internet sendiri di rumah. Untuk mencegah putra – putrinya pergi ke warnet
11.  Di sarankan untuk memblokir situs atau konten – konten negatif.
12.  Sebagai orang tua hendaknya mencontohkan untuk membuka situs – situs berita atau edukasi. Karena secara tidak langsung telah memberi contoh kepada putra – putrinya untuk membuka situs tersebut pula.
13.  Internet tidak hanya di akses melalui komputer, melalui handphone pun juga bisa di gunakan untuk mengakses internet. Jika putra putri anda menggunakan handphone yang bisa di gunakan untuk berinternet, di sarankan untuk sesering mungkin mengecek handphone putra – putri anda.
14.  Anak – anak biasanya suka dengan game, agar mereka merasa tidak di batasi dan kita tetap perhatian sama mereka lebih baik komputer yang anak anda gunakan di isntall game – game khusus anak yang mungkin bisa membantu proses belajarnya. Contoh seperti game berhitung, mewarnai dan sebagainya.
15.  Apabila anda mempunyai anak yang sudah mempunyai facebook, alangkah baiknya bila anda mengetahui alamat account facebook anak anda dan awasi. Jangan biarkan anak anda memasang foto-foto yang sedikit membuka aurat, karena tentunya itu akan memberikan dampak negatif bagi orang tua dan si anak tersebut.
16.  Apabila anak anda mempunyai Blog, anda juga harus mengetahui alamat blog anak anda tersebut, lihat apa isi tulisan yang ada di blog anak anda, gambar apa saja yang di pajang di blog anak anda, lihat semua isi tulisan yang ada di blog itu, apa ada yang melanggar norma-norma, dan lihat gambar yang di pajang, apa ada yang melanggar hukum dan apa gambar itu layak untuk dipajang.
Peran Orang tua dalam Mengawasi Penggunaan Internet oleh Anak
Sebagai orangtua hendaknya tidak boleh diam saja dalam mengawasi penggunaan internet oleh anak. Keterlibatan orangtua dalam hal ini merupakan poin penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya pengawasan dari orangtua anak dapat lebih terbimbing kearah yang lebih positif.
1.Jangan Melarang
Berikan kepercayaan pada anak-anak walau tetap harus mengontrol sesekali. Janganlah hanya melarang anak untuk mengetahui apa yang tidak baik tetapi ajarilah mereka bagaimana cara untuk menang dalam mengatasi hal tersebuT.
2.Memberi Pengertian
Larangan hanya akan membuat anak-anak penasaran, jelaskan dan beri pengertian kepada anak-anak mengapa boleh dan tidak boleh, apa akibatnya. Dan harus sampaikan berulang-ulang, mengimbangi informasi yang masuk kedalam pengertian anak-anak yang didapat dari lingkungan pergaulannya. Beri penjelasan secara riil, jika perlu didampingi di depan layar monitor.


3.Menjadi Gerbang Teknologi
Sebagai orangtua harus mengimbangi perkembangan teknologi anak-anak, orangtua seharusnya menjadi gerbang teknologi bagi anak-anak. Orangtua yang mengetahui terlebih dahulu tentang teknologi apa yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, bukan sebaliknya. Jangan jadi orangtua gaptek!
4.Mengakomodasi kesenangan anak
Bila anak sudah menyenangi dunia maya, libatkan anak dengan aktifitas lainnya yang mendukung; belikan buku pengetahuan terkait, mengikutsertakan dalam mailing list yang disukai anak-anak. Libatkan dalam aktifitas sosial lainnya, sehingga anak-anak juga memiliki aktifitas lain selain berlayar di dunia maya.
5.Letakkan komputer di ruang umum
Tempatkan komputer di ruang belajar atau ruang keluarga, bukannya di kamar tidur anak. Dengan demikian, orangtua dapat mengawasi saat anaknya asyik berinternet. Setiap kali anak selesai bermain internet, tanpa sepengetahuan mereka cobalah mengecek situs apa yang dikunjungi dan apa saja yang dilihatnya.
6.Batasi waktu pemakaian komputer untuk anak Anda
Tetapkan berapa lama anak Anda boleh bermain internet. Misalnya maksimal 2 jam per hari dan hanya boleh ngenet setelah mengerjakan pekerjaan rumah.
7.Orang tua harus terlibat pada saat anak-anak sedang online
Luangkan waktu untuk mengakses internet bersama anak sekaligus ajarkan untuk mencari konten atau meterial positif. Mintalah anak menunjukkan apa yang mereka sukai dari internet atau website yang sering dikunjungi. Ajaklah anak menceritakan pengalaman atau informasi yang didapatnya itu.
8.Pelajari sebanyak mungkin tentang komunitas online
Mungkin saja anak-anak ini lebih mengetahuinya dibandingkan anda sendiri.


9.Keterbukaan komunikasi
Selain sebagai oranggtua harusnya menjadi sahabat bagi anak. Jika sewaktu-waktu anak mendapati masalah atau menemukan sesuatu di internet yang membuat tidak nyaman, tanpa segan anak akan bercerita. Sesekali boleh juga mengontak orangtua lainnya, sebab mungkin saja anak berinternetan di rumah temannya itu atau bahkan di warnet.
10.menggunakan komputer bersama
Jika Anda menggunakan komputer bersama-sama denga anak-anak Anda,dan Anda sengaja ataupun tidak sengaja telah mengunjungi suatu website yang sebaiknya tidak dikunjungi anak Anda, sebaiknya Anda menghapus alamatnya dengan cara menghapus history-nya, dengan langkah-langkah seperti di bawah ini:
a.Klik Tools
b.Pilih dan klik Internet Options
c.Klik tombol Clear History pada jendela Internet Options.
11.Cari tahu mengenai software-software pemblokiran dan penyaringan situs-situs tertentu
a.PC TimeCop merupakan perangkat lunak manajemen waktu pemakaian komputer dengan menggunakan WatchDog Activity Monitor, digunakan untuk membatasi pemakaian komputer.
b.Phone LineLok - Telephone Time Management Phone LineLok mengontrol pemakaian telepon dan internet
c.Spector Pro, software ini sama sekali tidak menghalangi anak untuk menggunakan komputer, akan tetapi dengan program ini orangtua bisa mengetahui semua kegiatan anak selama mereka menggunakan komputer termasuk kegiatan mereka melihat gambar atau mendownload video mesum. Kalau program ini diinstall pada komputer yang digunakan anak, maka orang tua dapat meminta komputer untuk memberikan laporan semua kegiatan anak selama dia menggunakan komputer. Software ini bisa dibeli secara umum atau dapat di akses secara gratis dari internet pada alamat (http://www.spectorsoft.com). Untuk menjaga kerahasisaan, sebaiknya orang tua menginstall program ini tanpa pengetahuan anak.
d.KeyLoggers ( Pengunci masuk komputer atau pengunci internet). Software Keylogger ini dapat mengontrol semua kegiatan komputer tanpa memperlihatkan bukti tertulis pada window task manager. Para orang tua bisa mengunci komputer agar anak tidak main game, tidak main internet, atau agar anak tidak melakukan chating selama orang tua tidak ada dirumah. Tidak itu saja, program ini mampu menangkal pengiriman dan penerimaan e-mail untuk jangka waktu yang diinginkan. Program tersebut dapat di download secara gratis pada alamat (http://www. Key Spy Pro.com); (http://www. Elite Keylogger.com), dan (http://www.Supreme Spy.com)
e.Kalau komputer dirumah menggunakan program Window XP,
maka orang tua juga dapat mengguakan jaringan pengaman dari perusahan Microsoft seperti software “Vista”. Program ini dapat membatasi semua kegiatan negative termasuk membatasi jumlah jam yang diguakan anak berada didepan komputer, membatasi alamat web site yang boleh mereka lihat, serta membatasi gambar atau video yang boleh mereka download. Yang paling menakjubkan adalah kemampuan program ini untuk menghubungi orang tua lewat telephon kalau anak melanggar peraturan yang telah dimasukan orang tua pada komputer. Kemudian, kalau orang tua sudah memasukan program jangka waktu yang diijinkan untuk menggunakan komputer, maka sewaktu anak memakai komputer lewat dari jumlah waktu yang ditetapkan, komputer secara otomatis akan mati sendiri ( turn off sendiri).Alamat untuk mengakses software ini adalah (http://www.cyberpatrol.com) dan (http://www.internetsafety.com/safe-eyes). Program lain yang sama fungsinya adalah PC Moderator, Window PC Lock up, PC Watch yang dapat di install dari alamat berikut (http://www.pcmoderator.com), (http://www.aquariussoft.com/pc-lock-up). Khusus untuk program PC Lock Up, para orang tua dapat menentukan pilihan hari, jam, dan minggu yang cocok untuk anak memakai komputer.Program ini juga dapat memberikan peringatan berupa suara pada anak untuk berhenti sebentar, atau untuk memperingatkan akan adanya pengucian.




DAFTAR RUJUKAN