PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR ANGKATAN 2013 My Live

Selasa, 08 April 2014

teori perkembangan AUD

TUGAS
TEORI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Disusun Oleh :

Nama         : Nurkhalisa
Kelas                   : B
Nim           : 1349041015


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
MAKASAR
2013
Pertemuan : 1 (7, november 2013)
Pertumbuhan dan perkembangan
·         Pertumbuhan : akan sampai pada titiknya
·         Perkembangan akan berjalan terus
Perkembangan ada dua macam, yaitu :
1.      Perubahan jasmani atau fisik, yang dimaksud disini adalah perubahan pada tubuh yang bisa terlihat.
2.      Perubahan psikologis atau rohani, yang dimaksud disini adalah akan terlihat ada nya perubahan tingkah laku (dari hati, gerakan, motivasi, kecerdasan, dan fikiran) mampu mengontrol diri (sabar).
·         Bayi dalam kandungan sangat berpengaruh pada keturunan dari sikap siapa yang mengandung dia (orang tua) bayi / calon bayi
·         Apabila ibu bayi yang sedang mengandung itu sehat maka anak yang ada dalam kandungannya itu sehat.
·         Anak-anak akan tumbuh sebagai kromosom manusia.
·         Proses bayi menjadi sempurna adalah pada usia kandungan 4 bulan .
·         Perkembangan anak sudah mulai sejak dimulai dalam kandungan yang dimulai dari perkembangan sperma dan ovum didalam rahim.
·         Perkembangan kemampuan seseorang berbeda-beda dan anak yang berkembang cepat/lambat itu tergantung potensi bawaannya.
·         Perkembangan dapat berupa psikologis merupakan proses konsepsi yang arahnya mulai pada pertumbuhan yang dimulai dari pertumbuhan dalam kandungan berupa kromosom manusia hingga akhir.
·         Pertumbuhan berupa fisik yang dimulai didalam kandungan.
Pertemuan : 2 (14, november 2013)
Pertumbuhan dan perkembangan
·         Perkembangan dimulai saat bertemunya sel spermatozoa dengan ovum dan mulailah berkembang didalam kandungan hingga lahir menjadi manusia.
·         Pertumbuhan dipengaruhi oleh :
1.      Gizi
2.      Perokok pasif
3.      Obat salah (over dosis)
4.      Minuman keras
·        Pertumbuhan  secara fisik sangat nampak sekali
·        Kenapa anda bisa melihat ?
Jawab : karena orang melihat melalui mata dan mata diciptakan oleh allah dengan adanya susunan syaraf mata sehingga kita bisa melihat dengan jelas.
·        Diotak terdapat zat yang disebut zat kimia (bentuknya seperti agar-agar), syaraf-syaraf, neon dan naviras neptires.
·        Manusia pertama dibentuk oleh otak karena diotaklah yang menjadi pusat yang bekerja mengatur kinerja seluruh anggota tubuh.
·        Anak yang lahir pada umumnya kurang lebih 3 kg.
·        Proses manusia menjadi sempurna yaitu 4 bulan karena pada saat itu manusia ditiupkan roh maka disitulah disebut anak.
·        Pertumbuhan pada janin bayi itu harus dijaga dengan cara ibu hamil mengonsumsi air mineral dan zat-zat vitamin yang lainnya, gizi dan nutrisi.
·        Pertumbuhan itu ditunjukkan pada kuantitas.
·        Otak dan hati bayi sudah berfungsi diumur 4 bulan sehingga ibu akan memberikan sesuatu bukan hanya asupan gizi tetapi yang baik untuk perkembangan.
·        Agar pertumbuhan dan perkembangan bagus, kita tidak boleh stress justru kita memberikan stimulasi (bercakap-cakap dengan anak, bernyanyi meskipun anak masih berada dalam kandungan).
·        Ibu hamil hendaknya jalan-jalan tidak berdiam diri saja sehingga apa yang dilihatnya itu akan masuk dan ditangkap oleh anak.
·        Umur 0-2 tahun permbentukan otak.
·        Stimulasi yang ibu berikan yaitu :
1.      Mendengarkan musik atau alqur’an
2.      Mengaji setiap habis shalat (muslim)
3.      Banyak bercerita tentan g segala hal
·         Pada saat dalam kandungan otak anak sudah terbentuk 80%, apabila sudah lahir umur 0-2 tahun itu hanya akan membentuk 20% lafgi dari otak, setelah itu kepala tidak akan membesar.
·         Hydrocepalus terjadi karena kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan (kebanyakan air didalam otak), sehingga kepala semakin membesar.
·         Pertumbuhan dapat dideteksi dengan lingkar kepala, lingkar kepala berhenti berkembang pada umur 2 tahun jika pada umur 2 tahun keatas kepalanya semakin membesar maka itu terjadi kelainan.
·         Dampak gizi buruk anak akan berdampak pada perkembangannya.
·         Tahap sensorik motorik adalah melihat, kemudian berbuat sesuatu (menerima dan mengeluarkan/menyalurkan).
·         KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk mengetahui perkembangan seorang ibu hamil.
·         Batang otak berfungsi untuk reaksi, refleksi dan berfikir.
·         Limbi berfungsi untuk tempat rasa sayang dan pusat emosi.
·         Korteks berfungsi untuk bagian kerja untuk berfikir logis.
·         Lapisan biru : a. Otak kiri : tertata dan berfikir
  b. Otak kanan : imajinasi dan bebas
Pertemuan : 3 (21, november 2013)
Teori perkembangan
·         Teori perkembangan kognitif yaitu teori perkembangan kecerdasan dan perkembangan otak.
·         Dalam otak ada istilah 3 in 1, konsentrasi pada 3H (Head, Heart, Hand), ketiga ini sangat berperan penting pada adanya bakat, stimulasi dan perkembangan fisik.
·         Pertumbuhan dan perkembangan itu seiring sejalan.
·         Bahasa juga dipakai dalam mengekspresikan perasaan dalam bentuk tulisan (Hand).
·         Otak terbagi atas dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan.
·         Perkembangan itu dipengaruhi oleh kecerdasan.
·         Aliran nativistik, yaitu mereka percaya bahwa perkembangan itu dipengaruhi oleh bakat.
·         Teori empirisme anak itu terlahir seperti kertas putih jadi semakin banyak dia melihat maka semakin banyak juga anak itu berisi.
·         Childsentred yaitu anak belajar sendiri guru yang memberikan kondisi-kondisi didalam kelas.
·         Teachersentred yaitu guru menjelaskan dan anak mendengakan.
·         Anak ideosi adalah anak yang memiliki IQ 0-20 .
·         Anak normal adalah anak yang memiliki IQ 90-110
·         Teori tabularasa adalah teori yang menyatakan bahwa anak itu seperti kertas putih dan dipengaruhi oleh stimulasi (teori empirisme)
·         Teori convergence yaitu kita percaya bahwa perkembangan itu dipengaruhi oleh bakat, lingkungan dan stimulasi.
·         Masa oral ( masa mulut) masa dimana apapun yang ada disekeliling anak dimasukkan kemulut.
·         Faktor penyebab anak ideosi adalah ketururnan dan perkawinan sedarah.


pembelajaran pada aud

Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kemudian tak lupa pula kami mengirimkan salawat beriring salam pada Nabi besar Muhammad SAW karena beliau telah berhasil membawa umatnya dari alam kebodohan kepada alam yang berilmu pengetahuan seperti saat ini.
Dalam penulisan makalah ini tak luput kami mengucapkan terima kasih kepada  pihak – pihak yang telah membantu saya dalam membuat makalah ini.
saya menyadari bahwa penulisan makalah yang berjudul ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
 Makassar, 21 desember 2013

 Penulis,








                                                                           
Daftar Isi
Kata pengantar                                                                                          1
Daftar isi                                                                                                          2
Bab 1
Latar belakang                                                                                                3
Bab 2
Pendekatan pembelajaran                                                                              4
Strategi pembelajaran                                                                                     7
Metode pembelajaran                                                                                     7
Model Pembelajaran                                                                                      9
Daftar pustaka                                                                                                 11










Bab 1
Pendahuluan

A.       Latar Belakang

Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan manusia, yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakan dasar bagi kemampuan fisik, bahasa, sosial emosional, konsep diri, seni, moral dan nilai-nilai agama. Sehingga upaya pengembangan seleuruh potensi anak usia dini harus dimulai agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.
Hal tersebut merupakan hak bagi anak, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berprestasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Salah satu implementasi dari hak tersebut, setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pembelajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.
            Untuk mencapai tujuan tersebut, maka guru/tutor sebagai ujung tombak pendidikan anak usia dini harus mampu mengembangkan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik, maupun perkembangan mental-emosionalnya. Dalam hal ini, pemilihan dan penyusunan model dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sarana belajar yang tersedia.
           
Bab 2
Pembahasan

A.       Pembahasan
1.    Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
      Secara khusus pendekatan yang dilakukan dalam PAUD biasanya menggunakan :
a.       Pendekatan High Scope
Pendekatan High/Scope dikembangkan oleh David Weikart. High Scope mulai digunakan tahun 1962. Digunakan studi longitudinal sampai seseorang berusia 40 tahun. Studi ini menyebutkan bahwa anak memiliki hubungan sosial dan emosional yang baik. Program ini melibatkan anak sebagai pembelajar aktif yang memberikan kesempatan pada anak untuk memilih sendiri aktivitas bermainnya.
High/Scope memiliki komponen penting, yaitu:
1) Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian besar waktunya di dalam learning center yang   beragam.
2)   Merencanakan-melakukan-mengulang (plan-do-rewind)
Guru membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari, melaksanakan rencana mereka dan mengulang kembali yang telah mereka pelajari.
3)   Pengalaman kunci (key experience)
Pengalaman-pengalaman penting anak dipakai untuk pembelajaran.
4)   Penggunaan catatan anekdot untuk mencatat kemajuan yang diperoleh anak.
Pendekatan High/Scope memiliki 5 unsur yang mendukung pembelajaran aktif anak, yaitu:
1)  Benda-benda yang dapat dieksplor anak.
2) Manipulasi benda-benda oleh anak.
3) Pilihan bagi anak tentang apa yang harus dilakukan anak.
4) Bahasa anak.
5) Dukungan dari dan oleh orang dewasa.
b.      Pendekatan Beyond Centre and Circle Time/BCCT
Pendidikan Anak Usia Dini dapat menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Beyond Centers and Circle Time (BCCT), atau dalam bahasa Indonesia adalah Lebih Jauh Tentang Sentra dan Saat Lingkaran Kegiatan bermain sambil belajar pada sentra-sentra (sentra persiapan, peran makro, mikro, balok, imtaq, seni, dan sentra bahan alam), dalam rangka mengembangkan seluruh potensi kecerdasanan anak.
Anak dituntut aktif dan kreatif dalam kegiatan sentra-sentra dan pendidik berperan sebagai motivator dan fasilitator memberi pijakan-pijakan (scaffolding). Pijakan yang diberikan sebelum dan sesudah anak yang bermain dalam settingduduk melingkar sehingga dikenal sebagai saat lingkaran. Pijakan lainnya adalah pijakan lingkungan (penataan lingkungan), dan pijakan pada setiap anak dilakukan selama anak bermain (Ditjen Dikluspa, 2005). Pendekatan ini dikembangkan olehCreative Pre School Florida Amerika Serikat dan mulai dikembangkan juga di Indonesia. Metode ini merupakan pengembangan dari metode Montessori, High Scope dan Reggio Emilio, yang menfokuskan kegiatan anak-anak di sentra-sentra, sudut-sudut, atau area-area untuk mengoptimalkan seluruh kecerdasan anak.
c.       Pendekatan Reggio Emilia Approach/REA
Pendekatan REA ini berkomitmen “menciptakan kondisi pembelajaran yang akan mendorong dan memfasilitasi anak untuk membangun kekuatan berpikirnya sendiri melalui penggabungan seluruh bahasa ekspresif, komunikatif, dan kognitifnya” (Edward & Forman, 1993).
REA diciptakan oleh Loris Malaguzzi dan para orang tua di daerah sekitar Reggio Emilia di Italia setelah Perang Dunia II. Saat itu, karena jumlah angkatan kerja pria berkurang akibat perang, para wanita terpaksa menjadi tenaga kerja di pabrik-pabrik dan industri. Ditambah dengan kondisi penuh kehancuran, para orang tua merasa perlu ada pendekatan baru terhadap cara mengajar anak-anaknya. Para orang tua ini merasa bahwa pada tahun-tahun awal perkembangan anaknyalah mereka membentuk diri mereka sebagai seorang individu. Berangkat dari pemikiran inilah lalu diciptakan sebuah program yang berprinsip rasa hormat, tanggung jawab dan kebersamaan melalui eksplorasi di dalam lingkungan yang suportif dan memperkaya minat anak.
Pada dasarnya REA menganggap anak-anak adalah pembelajar kompeten sehingga model kurikulum yang dijalankan bisa diarahkan oleh anak-anak itu sendiri. Kurikulum memiliki catatan proses dengan tujuan-tujuan tertentu, tapi tidak memiliki batasan cakupan maupun urutan tertentu. Guru mengikuti minat anak-anak dan tidak memberikan instruksi-instruksi standar dan konvensional. REA sangat percaya bahwa anak-anak belajar melalui interaksi dengan teman, orang tua, guru serta interaksi dengan lingkungan tempat belajarnya.
d.      Pendekatan Montessori
Tujuan pendidikan Montessori adalah mengoptimalkan seluruh kemampuan anak melalui stimulasi yang dipersiapkan. Guru perlu membuat perencanaan secara rinci dan mempersiapkan lingkungan pembelajaran yang tenang dan teratur agar anak merasa nyaman untuk belajar.
Kelas yang terdiri dari bermacam usia membuat anak dapat belajar dari kawan yang usianya lebih tua di samping dari gurunya sendiri. Walaupun anak belajar secara individual, tetapi ia tetap dilatih agar bisa mandiri. Lingkungan dipersiapkan dengan materi yang telah terstruktur, misalnya:
a.   Materi sensorial
Anak berlatih untuk memperluas dan memperhalus persepsi sensorinya. Materi yang digunakan adalah alat-alat yang mengandung konsep tentang ukuran, bentuk, warna, suara, tekstur, bau, berat ringan, dll.
b.   Materi konseptual
Materi ini menggunakan bahan-bahan konkret untuk melatih anak membaca, menulis, matematika dan pengetahuan sosial.
c.   Materi kehidupan praktis
Materi pembelajaran yang diberikan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menyapu lantai, mencuci piring, menyiram tanaman, mengancingkan baju, dll. Pendekatan Montessori menggunakan bahan-bahan yang dapat dimainkan anak, namun di dalam pendekatan ini tidak memberikan anak di bawah 6 tahun untuk berfantasi. Padahal jika anak bermain, maka salah satu unsur bermain adalah berfantasi (berpura-pura). Dengan demikian di dalam pendekatan ini anak tidak dapat bermain secara bebas, tetapi sangat terstruktur sehingga imajinasinya tidak berkembangang. Pengaruh guru untuk memberikan mainan yang sudah terpola dan berurutan secara ketat membatasi kreatifitas anak dalam mengeksplorasi mainannya. Dengan anak belajar secara  mandiri, maka kesempatan anak untuk berinteraksi dengan teman sangat terbatas.
2.      Strategi Pembelajaran
Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Jenis-jenis strategi pembelajaran umum tersebut adalah: (1) meningkatkan keterlibatan indra, (2) mempersiapkan isyarat lingkungan, (3) analisis tugas, (4) scaffolding, (5) praktik terbimbing, (6) undangan/ajakan, (7) refleksi tingkah laku/tindakan, (8) refleksi kata-kata, (9) contoh atau modelling, (10) penghargaan efektif), (11) menceritakan/menjelaskan/menginformasikan, (12) do-it-signal, (13) tantangan, (14) pertanyaan, dan (15) kesenyapan. Strategi-strategi pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan atau digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan belajar yang lebih bervariasi.
3.      Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Macamnya adalah sebagai berikut :
1)      Metode Keteladanan
Keteladanan merupakan bahan utama dalam pendidikan, karena mendidik bukan sebatas penyampaian materi saja, melainkan membangun karakter dalam setiap jiwa peserta didik, oleh karena itu pendidik mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap peserta didik mengenai tingkah laku dan perbuatannya yang dapat dibuat contoh dan diikutinya.
2)      Metode Lemah Lembut / Kasih sayang
3)      Metode Deduktif
4)      Metode Demontrasi
5)      Metode Eksperimen
6)      Metode Pemecahan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan ini ada dua versi. Versi pertama siswa dapat menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, menyusun data, dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemecahan masalah. Versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu memberi petunjuk.
7)      Metode Diskusi&Tanya Jawab
Untuk lebih mendalam dalam pemahaman meteri maka dimunculakan diskusi atau dialog yang dikemas dengan tanya jawab. Diskusi atau dialog harus dilaksanakan dengan cara yang baik. Cara yang baik ini perlu dirumuskan lebih lanjut, sehingga timbullah etika berdiskusi, misalnya tidak memonopoli pembicaraan, saling menghargai pendapat orang lain, kedewasaan pikiran dan emosi, berpandangan luas dan sebagainya.
8)      Metode Pujian / Pemberian Kegembiranaan
9)      Metode Hukuman
10)  Metode Pembiasaan
Menjadikan pembiasaan sebagai sebuah metode pendidikan memang sangat tepat, dalam pembiasaan peserta didik tidak dituntut secara serta merta menguasai sebuah materi dan melaksanakannya, memang dalam pemahaman sangat gampang namun dalam pengamalan yang agak sulit untuk terealisasikan, maka dari itu dibutuhkan sebuah proses dalam mencapainya, yaitu, melalui pembisaan.
11)  Metode Kisah-Kisah
Metode cerita atau kisah dianggap efektif dan mempunyai daya tarik yang kuat sesuai dengan sifat alamiah manusia yang menyenangi cerita. Metode cerita sering kali dipakai oleh para pengajar terutama dijenjang pendidikan kanak-kanak (TK). Namaun diakui atau tidak peserta didik sangat senang ketika mendengarkan gurunya bercerita, termasuk juga mahasiswa.
12)  Metode Perbandingan







4.      Model Pembelajaran
Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Ada juga model pembelajaran baru hasil pengembangan dan improvisasi pendidik disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kebudayaan negara, yaitu :
1)      Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter
Dikembangkan oleh Ratna Megawangi, PhD pendiri Indonesia Heritage Foundation. Model pendidikan ini menerapkan teori-teori sosial, emosi, kognitif, fisik, moral, dan spiritual. Model ini diharapkan dapat memampukan setiap anak untuk berkembang sebagai individu yang terintegrasi dengan baik (secara spiritual, intelektual, sosial, fisik, dan emosi, yang berpikir kreatif secara mandiri, dan bertanggung jawab).  Pendidikan Holistik Berbasis Karakter bertujuan untuk membangun seluruh dimensi manusia dengan pendekatan pada pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif untuk anak-anak.
2)      Model Pembelajaran Atraktif
Tujuan pokok dari pengembangan Paud atraktif ialah mengembalikan dan menempatkan Paud pada fungsinya yang hakiki sebagai sebuah taman.
Secara khusus, pengembangan Paud atraktif bertujuan untuk:
a.    Menanamkan filosofi pelaksanaan pendidikan di PAUD. Filosofi pendidikan anak usia dini telah disusun dan dituangkan dalami pelaksanaan pendidikan anak usia dini dengan berbagai bentuk kegiatan yang indah, menarik dan menyenangkan anak. “Tempat bermain”, yaitu melalui bermain anak akan “berteman banyak”, urrtuk mempelajari karakter, keinginan, sikap, dan gayatingkah laku masing-masing.
b.   Menyebarkan wawasan tentang pelaksanaan pendidikan anak usia dini yang atraktif. Tingginya derajat penyimpangan Paud mengharuskan perlunya secara intensif penyebaran wawasan dan pemahaman tentang makna dan proses pendidikan anak usia dini atraktif.
c.    Mengubah sikap dan perilaku pengasuh yang belum sesuai dengan kerakteristik pendidikan anak usia dini.
d.         Mendorong munculnya inovasi dan kreativitas pengasuh dalam menciptakan dan mengembangkan iklim pendidikan yang kondusif di Paud.
Ada 3 prinsip yang menjadi dasar pendidikan ini, yaitu sebagai berikut :
a.       Pendidikan anak usia dini menekankan pada pengamatan alam. Semua pengetahuan bersumber pada pengamatan. Pengamatan seorang anak pada sesuatu akan menimbulkan pengertian. Pengertian yang baru akan bergabung dengan pengertian lama dan membentuk pengetahuan. Dan pendidikan di kembali ke alam (back to nature), atau sekolah alam. Inti utamanya adalah mengajak anak melakukan pengamatan pada sumber belajar di lingkungan sekitar.
b.      Menumbuhkan keaktifan jiwa raga anak. Melalui keaktifan anak maka ia akan mampu mengolah kesan pengamatan menjadi pengetahuan. Keaktifan juga akan mendorong anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sehingga merupakan pengalaman langsung dengan lingkungan. Pengalaman interaksi ini akan menimbulkan pengertian tentang lingkungan dan selanjutnya akan menjadi pengetahuan baru.
c.       Pembelajaran pada anak usia dini harus berjalan secara teratur setingkat demi setingkat atau bertahap. Prinsip ini sangat cocok dengan kodrat anak yang tumbuh dan berkembang secara bertahap. Pandangan dasar tersebut membawa konsekuensi bahwa bahan pengembangan yang diberikan harus disusun secara bertahap, dimulai dari bahan termudah sampai tersulit, dari bahan pengembangan yang sederhana sampai yang terkompleks.
Ciri khas pandangan pendidikan anak usia dini atrakfif yaitu melalui adanya pengajaran suara, bentuk dan bilangan.






DAFTAR PUSTAKA